Unismuh Luwuk Menyambut Generasi Baru
KATABANGGAI.COM — Sabtu pagi, 5 September 2026, menjadi awal perjalanan bagi mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Luwuk. Di Mutahiddah Islamic Center, mereka mengikuti Pra Masa Ta’aruf (MASTA) dan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), sebelum memasuki rangkaian kegiatan utama MASTA/PKKMB 2026.
Ini bukan sekadar pertemuan pertama antara mahasiswa baru dan kampus. Pra MASTA/PKKMB menjadi ruang untuk mengenalkan kehidupan akademik sekaligus memperkenalkan nilai yang hendak ditanamkan Unismuh Luwuk kepada para peserta didiknya.
Tahun ini, kampus mengusung tema “Dari Kampus untuk Peradaban: Membentuk Mahasiswa Unggul, Religius, Berdaya Saing Global dan Berdampak untuk Umat.” Tema tersebut menjadi arah bagi rangkaian kegiatan yang dirancang untuk membentuk mahasiswa dengan kemampuan akademik sekaligus karakter yang kuat.
Mahasiswa baru diperkenalkan pada kehidupan perguruan tinggi yang menuntut lebih dari sekadar kemampuan mengikuti perkuliahan. Ada disiplin yang harus dibangun, tanggung jawab yang mesti dipikul, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.
Di Unismuh Luwuk, perjalanan menjadi mahasiswa juga ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas. Gelar akademik bukan tujuan akhir. Pendidikan diharapkan menjadi proses untuk mengembangkan potensi, membentuk integritas, memperluas wawasan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Karena itu, nilai-nilai religius, wawasan global, serta semangat pengabdian kepada umat menjadi bagian dari pesan yang dibawa dalam MASTA/PKKMB tahun ini. Mahasiswa didorong untuk memiliki daya saing tanpa kehilangan pijakan pada nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.
Dari Mutahiddah Islamic Center, langkah pertama itu dimulai. Ratusan mahasiswa baru—dengan latar, harapan, dan cita-cita yang berbeda—memasuki babak baru kehidupan mereka.
Pra MASTA/PKKMB hanyalah permulaan. Setelahnya, ruang-ruang kuliah, organisasi, kegiatan kemahasiswaan, dan kehidupan kampus akan menjadi arena untuk membuktikan sejauh mana nilai yang diperkenalkan hari ini tumbuh menjadi karakter.
Pada akhirnya, cita-cita “dari kampus untuk peradaban” tidak berhenti sebagai tema. Ia akan diuji oleh perjalanan para mahasiswa itu sendiri. (dat)

Silakan login terlebih dahulu untuk berkomentar.
Login dengan Google