Berani Berubah atau Tertinggal, Pesan Tegas Rektor Unismuh Luwuk untuk Mahasiswa Baru
KATABANGGAI.COM — Memasuki dunia perguruan tinggi bukan sekadar berganti status dari siswa menjadi mahasiswa. Rektor Universitas Muhammadiyah Luwuk (Unismuh), Dr. Sutrisno K Djawa, mendorong mahasiswa baru menjadikan perubahan sebagai pijakan untuk membangun kompetensi, karakter, dan daya saing di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Pesan tersebut disampaikan Sutrisno saat memberikan sambutan pada pembukaan Masa Ta’aruf mahasiswa baru Unismuh Luwuk Tahun Akademik 2026/2027, Senin (7/9/2026).
Menurut Sutrisno, mahasiswa baru telah memasuki fase kehidupan yang berbeda. Perguruan tinggi, kata dia, bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membentuk sumber daya manusia, kemampuan berorganisasi, kepemimpinan, dan pola pikir yang adaptif.
“Perubahan itu penting. Kalian hadir di sini dalam rangka berubah dan memasuki fase kehidupan baru,” ujar Sutrisno.
Ia menekankan pentingnya mindset perubahan dan kepemimpinan bagi mahasiswa. Menurutnya, perkembangan teknologi seperti Internet of Things (IoT), big data, dan digitalisasi telah mengubah berbagai aspek kehidupan sehingga mahasiswa tidak dapat hanya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah.
Sutrisno mendorong mahasiswa menerapkan prinsip pembelajaran sepanjang hayat. Ia menilai kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengikuti perkembangan zaman menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan global.
“Selama kita hidup, kita harus terus belajar,” katanya.
Selain kompetensi, Sutrisno menekankan pentingnya karakter dan nilai religius sebagai bekal menghadapi derasnya arus informasi di era digital. Ia menilai teknologi dapat memberikan manfaat besar, tetapi juga membutuhkan kemampuan untuk memilah informasi dan menggunakannya secara bertanggung jawab.
Karena itu, ia mengingatkan mahasiswa agar tidak kehilangan identitas dan integritas dalam menghadapi perkembangan teknologi.
“Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, religiusitas menjadi salah satu identitas untuk menghadapi arus informasi yang tidak terbendung,” ujarnya.
Sutrisno juga menegaskan bahwa pendidikan di lingkungan Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan. Pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan nilai-nilai keislaman menjadi bagian penting dalam pembentukan mahasiswa.
Ia mengajak mahasiswa memahami Islam sebagai agama yang membawa kemaslahatan bagi seluruh manusia dan kehidupan.
“Islam sebagai rahmatan lil alamin,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi bagian dari arah pendidikan Unismuh Luwuk dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter, berintegritas, mampu beradaptasi, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Melalui Masa Ta’aruf, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal lingkungan kampus, tetapi juga mulai membangun kesiapan untuk menghadapi perubahan dan mengambil peran di tengah masyarakat. (dat)

Silakan login terlebih dahulu untuk berkomentar.
Login dengan Google