Jaga Pasokan Energi Masa Depan, PHE Gaspol Perluas Eksplorasi Migas Lewat Kolaborasi Global
KATABANGGAI.COM — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus memperluas portofolio eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) sebagai upaya mendukung ketahanan energi nasional. Langkah tersebut dilakukan melalui akuisisi wilayah kerja baru dan kerja sama eksplorasi bersama sejumlah mitra energi dalam dan luar negeri.
Dalam lima tahun terakhir, PHE mengembangkan kegiatan eksplorasi dengan memperluas wilayah operasi serta melakukan berbagai kajian bersama atau Joint Study (JS) untuk mengidentifikasi potensi sumber daya migas baru.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), hingga Juli 2026 PHE telah menjalankan 12 program Joint Study. Dari jumlah tersebut, 10 studi masih berlangsung, satu studi telah selesai, dan satu lainnya menunggu persetujuan pemerintah.
Sejumlah mitra yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, Woodside, serta mitra strategis lainnya. Kajian dilakukan pada sejumlah wilayah prospektif di Indonesia dan kawasan regional.
Selain kerja sama eksplorasi, PHE juga memperoleh sejumlah wilayah kerja baru pada periode 2023–2026. Di Indonesia, wilayah tersebut meliputi Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, dan North Ketapang. PHE juga mendapatkan wilayah kerja eksplorasi Blok SK-510 di Malaysia.
Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi, Asep Samsul Arifin, mengatakan pengembangan portofolio eksplorasi merupakan investasi jangka panjang untuk mendukung keberlanjutan industri hulu migas.
“Eksplorasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri hulu migas. Melalui perluasan wilayah kerja, kolaborasi dengan mitra global, dan pemanfaatan teknologi eksplorasi, kami terus meningkatkan peluang penemuan sumber daya migas baru,” ujar Asep.
PHE menyebut seluruh wilayah kerja baru tersebut akan dikembangkan melalui berbagai kegiatan eksplorasi, mulai dari kajian geologi dan geofisika, akuisisi data seismik, hingga pemboran eksplorasi sesuai komitmen kerja yang telah ditetapkan.
Berdasarkan data S&P Global periode 2021–2025, PHE tercatat sebagai salah satu National Oil Company (NOC) dengan penambahan area eksplorasi baru terbesar secara global, dengan luas tambahan wilayah lebih dari 90.000 kilometer persegi.
Ke depan, PHE menyatakan akan terus mengembangkan kegiatan eksplorasi dan produksi migas, baik di dalam maupun luar negeri, dengan menerapkan prinsip keberlanjutan serta tata kelola perusahaan yang baik.
Perusahaan juga berkomitmen menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta menjalankan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berbasis ISO 37001:2016 sebagai bagian dari upaya menjaga integritas bisnis. ***

Silakan login terlebih dahulu untuk berkomentar.
Login dengan Google