Senin, 26 Oktober 2026
Menu

Dari Telur hingga Bioferdom, Pertamina EP DMF Dorong Kemandirian Warga Kayowa

Redaksi | 2 Oktober 2026 | 16:22 WITA
Bagikan:
Bagikan:
Dari Telur hingga Bioferdom, Pertamina EP DMF Dorong Kemandirian Warga Kayowa
Siti Visit media di lokasi binaan Pertamina EP DMF, Desa Kayowa, Kecamatan Batui Selatan, Banggai, Sulteng, Jumat, 2 Oktober 2026. [Dok. Ist]

KATABANGGAI.COM — PT Pertamina EP Donggi Matindok Field (DMF) Zona 13, bagian dari Regional 4 Indonesia Timur, terus melakukan peningkatan kualitas ekonomi kelompok peternak hingga petani Kecamatan Batui lewat program Pengembangan Pelibatan Masyarakat (PPM).

Hal ini sebagaimana diketahui dalam kegiatan site visit bersama media Pers Kabupaten Banggai, di lokasi binaan, Kecamatan Batui, Desa Kayowa, pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Melalui kunjungan tersebut, rekan-rekan media dapat memperoleh data informasi secara langsung, tentang bagaimana program PPM Pertamina EP DMF terhadap petani binaan yang sedang berjalan.

Salah satunya pengembangan terhadap kelompok ternak ayam petelur. Di mana Pertamina tidak hanya sekadar memberikan stimulan berupa bantuan bagi peternak maupun petani saja.

Melainkan adanya pelibatan terhadap kelompok secara langsung dengan sistem keberlanjutan menuju kemandirian hingga terciptanya leadership.

Saat ini, Pertamina EP DMF memiliki binaan kelompok, namanya Usaha Bersama Lestari. Terdiri dari enam orang, dan di pimpin oleh Jhony.

Dalam kesempatan itu, Jhony menjelaskan, sebelumnya dirinya memberikan apresiasi terhadap peran Pertamina EP DMF yang telah banyak membantu.

Baik dari sisi pemberdayaan maupun bantuan lainnya. Semoga kata dia, perhatian ini terus berjalan. Terlebih dalam pengembangan usaha kelompok.

Jhony bercerita, kalau usaha pengembangan ayam petelur berkembang baik. Hasilnya, dibagi rata, kalau lebih, dananya disimpan untuk mendukung keperluan usaha.

Dalam sehari bisa menghasilkan 150 butir. Bisa dapat 5 rak telur (Tatakan telur, red). Untuk pasarannya dijual keluar, sesuai permintaan.

Nilai ekonomis lainnya, kata Jhony, seperti pemanfaatan kotoran ayam. Kotorannya dapat disimpan untuk bisa dijadikan bahan pembuatan pupuk. Namanya pupuk kandang. Dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian.

Tim fungsi Comunication, Relation dan CID PT Pertamina EP DMF, Dedy Wahyu R, menjelaskan kehadiran perusahaan tentunya tak lain ingin meransang masyarakat lewat program pelibatan dan pemberdayaan agar terciptanya kemandirian.

Dorongan tersebut, kata Dedy, merupakan sebuah harapan, agar binaan tidak hanya mendapatkan bentuk pemberdayaan saja. Akan tetapi, bisa menjadi leadership bagi yang lain.

“Kami berharap kedepan binaan bisa menjadi pemimpin maupun penggerak ekonomi, penggerak sosial, khusunya di wilayah setempat, Desa Kayowa,” ujar Dedy.

Di sisi lain, Pertamina juga mengembangkan pupuk Bioferdom berbasis biosulfur sebagai inovasi pemanfaatan produk samping sulfur untuk mendukung produktivitas pertanian, khususnya petani jagung di Desa Kayowa.

Inovasi tersebut diperkenalkan melalui program PPM Sekolah Lapang Bioferdom yang dilaksanakan di lahan percontohan atau demplot petani binaan. Program ini menjadi bagian dari pendampingan kepada petani untuk melihat secara langsung pengaruh penggunaan Bioferdom terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman.

Dalam program tersebut, Pertamina membina sekitar 26 petani yang diharapkan dapat menjadi pelopor dalam penerapan dan pengenalan inovasi Bioferdom kepada petani lainnya.

Bioferdom dibuat dengan mencampurkan biosulfur dan pupuk kandang sapi. Untuk sementara, petani binaan dapat memperoleh pupuk tersebut tanpa biaya produk dan hanya menanggung biaya transportasi atau pengambilan.

Hingga saat ini, pemanfaatan Bioferdom telah diterapkan pada sekitar 33 hektare lahan milik petani binaan. ***

Dilarang keras Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi.
Berita Terkait

Silakan login terlebih dahulu untuk berkomentar.

Login dengan Google
Copyright © 2026 Katabanggai.com