PHE: Pemboran Masif dan Kolaborasi Teknologi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
KATABANGGAI.COM — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui program pemboran masif, pengembangan teknologi, serta kolaborasi industri hulu migas.
Hal itu disampaikan Wakil Direktur Utama PHE, Virano Nasution, saat membuka SPE/IADC Asia Pacific Drilling Technology Conference and Exhibition 2026 di Bali, 5–6 Agustus 2026.
PHE meningkatkan aktivitas pemboran melalui ratusan sumur pengembangan, workover, dan eksplorasi di seluruh wilayah kerja, baik darat maupun lepas pantai. Kegiatan tersebut mencakup wilayah Rokan dan Sumatra Selatan hingga Kalimantan serta Indonesia Timur.
Menurut Virano, pemenuhan kebutuhan energi nasional berawal dari ketersediaan sumur. Pemboran diperlukan untuk menahan penurunan produksi alami lapangan-lapangan mature, menemukan sumber daya baru, serta mengoptimalkan potensi gas bumi.
Karakter sumur migas di Asia Pasifik semakin kompleks, dengan tekanan dan temperatur lebih tinggi serta lokasi yang semakin terpencil. Kondisi ini membutuhkan teknologi pemboran yang lebih maju, rig dan kru andal, dukungan riset, talenta berkualitas, serta regulasi yang mendukung investasi.
PHE mendorong transfer teknologi di bidang eksplorasi, pemboran pengembangan, Enhanced Oil Recovery (EOR), hingga Carbon Capture and Storage (CCS). Keahlian insinyur pemboran, geolog, dan geofisikawan juga dinilai penting, termasuk untuk pengembangan panas bumi dan penyediaan lokasi penyimpanan karbon dalam mendukung transisi energi.
Konferensi yang mengusung tema “Transforming Drilling and Wells for an Efficient and Intelligent Energy Future” tersebut dihadiri pemerintah, SKK Migas, Pertamina, PHE, SPE, IADC, perwakilan negara sahabat, serta ratusan delegasi industri energi dari berbagai negara.
PHE menegaskan komitmennya melanjutkan investasi hulu migas secara berkelanjutan dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), memperkuat kepatuhan dan tata kelola perusahaan, serta mencegah fraud demi menciptakan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan beretika. ***

Silakan login terlebih dahulu untuk berkomentar.
Login dengan Google