Rabu, 30 September 2026
Menu

Di Bawah Kibaran Merah Putih, Mahasiswa KKN-MB Unismuh Luwuk dan Warga Tombiobong Rayakan Kemerdekaan

Redaksi | 17 Agustus 2026 | 23:50 WITA
Bagikan:
Bagikan:
Di Bawah Kibaran Merah Putih, Mahasiswa KKN-MB Unismuh Luwuk dan Warga Tombiobong Rayakan Kemerdekaan
Merah Putih berkibar, mahasiswa dan warga Tombiobong berdiri dalam satu barisan, Senin, 17 Agustus 2026. [Dok. Ist]

KATABANGGAI.COM — Matahari pagi menyinari Dusun Tombiobong, Desa Maleo Jaya, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai. Di tengah suasana pagi itu, Merah Putih perlahan terangkat di tiang bendera. Warga dan mahasiswa KKN-MB Universitas Muhammadiyah Luwuk (Unismuh Luwuk) berdiri berdampingan mengikuti upacara pengibaran bendera dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026.

Barisan peserta upacara memenuhi tempat pelaksanaan. Warga, pemuda, tokoh masyarakat, serta mahasiswa KKN-MB mengambil posisi masing-masing. Ketika rangkaian upacara dimulai, suasana yang sebelumnya diwarnai aktivitas pagi berubah menjadi hening. Perhatian tertuju pada Merah Putih yang berkibar di hadapan peserta.

Bagi mahasiswa KKN-MB, pagi itu bukan sekadar menjalankan agenda peringatan hari kemerdekaan. Mereka berdiri di tengah masyarakat yang selama masa pengabdian menjadi bagian dari keseharian mereka. Sapaan, percakapan, dan berbagai aktivitas bersama warga yang sebelumnya berlangsung dalam keseharian menemukan ruangnya dalam satu kegiatan yang sama.

Sejak ditempatkan di Dusun Tombiobong, mahasiswa KKN-MB tidak hanya menjalankan program kerja. Mereka turun menemui warga, mengikuti aktivitas masyarakat, serta melakukan sosialisasi dan observasi untuk mengenali kondisi dan potensi wilayah. Dari pertemuan-pertemuan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai kebutuhan masyarakat yang kemudian menjadi pertimbangan dalam menyusun program kerja.

Upacara kemerdekaan menjadi salah satu kesempatan bagi mahasiswa untuk kembali berada di tengah warga. Tidak ada sekat antara peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat. Mereka mengikuti prosesi yang sama, berdiri dalam barisan yang sama, dan menyaksikan Merah Putih berkibar bersama.

Setelah rangkaian upacara berlangsung, interaksi antara mahasiswa dan warga kembali mengalir. Percakapan dan kebersamaan yang terbangun menunjukkan bahwa pengabdian di desa tidak hanya berlangsung melalui program yang telah dirancang, tetapi juga melalui kehadiran dalam kegiatan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Bagi masyarakat Dusun Tombiobong, kehadiran mahasiswa dalam kegiatan desa turut menambah warna dalam peringatan kemerdekaan tahun ini. Sementara bagi mahasiswa, keterlibatan tersebut menjadi pengalaman langsung untuk belajar berkomunikasi, bekerja bersama, menghargai peran setiap orang, serta memahami kehidupan masyarakat dari dekat.

Semangat gotong royong tampak bukan hanya dalam pelaksanaan upacara, tetapi juga dalam cara mahasiswa dan warga mengambil bagian sesuai peran masing-masing. Dari persiapan hingga kegiatan selesai, setiap keterlibatan menjadi bagian kecil dari sebuah perayaan yang dilakukan bersama.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Tombiobong akhirnya meninggalkan lebih dari sekadar dokumentasi kegiatan. Di bawah kibaran Merah Putih, mahasiswa dan warga menemukan satu ruang bersama untuk merayakan kemerdekaan sekaligus mempererat hubungan yang telah terjalin selama masa pengabdian.

Bagi mahasiswa KKN-MB Unismuh Luwuk, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu hadir dalam bentuk program besar. Terkadang, ia tumbuh dari hal-hal sederhana: datang ketika masyarakat berkegiatan, berdiri bersama ketika bendera dikibarkan, dan ikut mengambil bagian dalam kehidupan desa tempat mereka mengabdi. ***

Dilarang keras Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi.
Berita Terkait

Silakan login terlebih dahulu untuk berkomentar.

Login dengan Google
Copyright © 2026 Katabanggai.com