Menu

BKSDA Sulteng Buka Jalan Kolaborasi Kampus untuk Selamatkan Burung Maleo

Redaksi | 28 Juli 2026 | 04:39 WITA
Bagikan:
Bagikan:
BKSDA Sulteng Buka Jalan Kolaborasi Kampus untuk Selamatkan Burung Maleo

KATABANGGAI.COM – Staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah, Dwi Prasetyo, mengatakan perguruan tinggi dan mahasiswa dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat upaya penyelamatan Burung Maleo melalui penelitian dan kegiatan konservasi berbasis ilmu pengetahuan.

Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Kampanye dan Sosialisasi Burung Maleo sebagai Warisan Sulawesi untuk Indonesia dan Dunia di Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB), Selasa (28/7).

Menurut Dwi, keberadaan akademisi menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga keberlanjutan program konservasi, sebab hasil penelitian dapat memberikan dukungan ilmiah dalam pengelolaan habitat maupun populasi Burung Maleo.

Ia menyebut, upaya pelestarian satwa endemik Sulawesi tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah.

“Kami bangga karena tidak berjalan sendiri. Dukungan dari dosen, mahasiswa, dan mitra seperti DSLNG menjadi kekuatan penting dalam menjaga kelestarian Burung Maleo,” ujarnya.

Dwi menjelaskan, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara BKSDA Sulawesi Tengah dan PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) dalam program edukasi dan kampanye konservasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, BKSDA Sulteng membuka kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam berbagai aktivitas konservasi, mulai dari penelitian, pengumpulan data lapangan, hingga edukasi masyarakat di sekitar kawasan habitat Maleo.

Kabupaten Banggai, kata Dwi, memiliki sejumlah wilayah yang menjadi habitat penting bagi Burung Maleo, di antaranya Suaka Margasatwa Bakiriang, Suaka Margasatwa Bangkiriang II, serta kawasan konservasi Lombuyan. Selain kawasan yang dikelola pemerintah, terdapat pula area preservasi milik DSLNG yang turut mendukung perlindungan dan pemantauan satwa tersebut.

“Kami membuka ruang kolaborasi bagi perguruan tinggi untuk melakukan penelitian maupun kegiatan konservasi di kawasan-kawasan tersebut. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar peluang kita menjaga kelestarian Maleo di alam,” katanya.

Dwi berharap keterlibatan perguruan tinggi dapat melahirkan lebih banyak kajian ilmiah mengenai Burung Maleo, sehingga upaya perlindungan satwa tersebut semakin kuat dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga keberadaan Burung Maleo sebagai salah satu kekayaan hayati Sulawesi yang saat ini menghadapi ancaman kepunahan. ***

Dilarang keras Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi.
Berita Terkait

Silakan login terlebih dahulu untuk berkomentar.

Login dengan Google
Copyright © 2026 Katabanggai.com