Rabu, 30 September 2026
Menu

Rektor Unismuh Luwuk Apresiasi Bupati Bangkep, Kampus Diajak Bersinergi

Redaksi | 30 Agustus 2026 | 09:36 WITA
Bagikan:
Bagikan:
Rektor Unismuh Luwuk Apresiasi Bupati Bangkep, Kampus Diajak Bersinergi
Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K Djawa. [Dok. Ist]

KATABANGGAI.COM— Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk Banggai, Dr. Sutrisno K. Djawa, mengapresiasi langkah Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep), Rusli Moidadi, yang membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi lokal dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurut Sutrisno, keterlibatan perguruan tinggi lokal dalam pembangunan daerah merupakan langkah strategis. Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga memiliki sumber daya akademik yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah melalui riset, inovasi, serta pengembangan berbagai potensi daerah.

Hal itu disampaikan Sutrisno saat menghadiri kegiatan penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mobilisasi Berkemajuan (KKN-MB) Angkatan XL di Rumah Makan ER Mahasintoka, Jumat (28/8/2026).

Sutrisno menilai keputusan Bupati Rusli Moidadi menggandeng perguruan tinggi lokal merupakan langkah yang tepat, terutama dalam memperkuat pembangunan Kabupaten Banggai Kepulauan yang berbasis potensi dan kebutuhan daerah.

“Banyak hal yang bisa dikerjasamakan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi lokal, khususnya di bidang riset dan inovasi,” ujar Sutrisno.

Ia mengungkapkan, hubungan kerja sama antara Unismuh Luwuk dan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan juga telah diperkuat melalui Memorandum of Understanding (MoU).

“Kita (Unismuh, red) sudah ada MoU dengan Pemda Bangkep, karena Bupati inginnya berkolaborasi dengan perguruan tinggi lokal,” ucapnya.

Menurut Sutrisno, kerja sama tersebut nantinya dapat diarahkan pada berbagai sektor strategis yang menjadi kekuatan Banggai Kepulauan, termasuk riset dan inovasi di bidang pariwisata serta kelautan.

Ia menilai kolaborasi pemerintah daerah dan perguruan tinggi seharusnya tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita (kampus dan Pemda, red) harus saling mengangkat. Ekosistem itu yang harus dibangun. Jadi kampus terangkat, daerah dan masyarakatnya juga terangkat,” katanya.

Sutrisno juga menyoroti paradigma lama yang cenderung mengutamakan perguruan tinggi dari luar daerah dalam pelaksanaan riset maupun pengembangan program pembangunan.

Menurutnya, paradigma tersebut sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman, terlebih di tengah kemajuan teknologi dan digitalisasi yang membuat akses terhadap pengetahuan, data, serta jaringan akademik semakin terbuka.

“Di era digitalisasi ini, tidak ada lagi paradigma bahwa riset harus menggunakan perguruan tinggi di luar daerah,” tegasnya.

Justru, kata Sutrisno, perguruan tinggi lokal memiliki keunggulan karena berada lebih dekat dengan masyarakat dan memahami karakteristik, persoalan, sekaligus potensi daerah secara langsung.

“Justru kita di lokal lebih substansi karena kita lebih dekat, lebih memahami potensi daerah. Intinya kita lebih paham dari perguruan tinggi di luar sana,” pungkasnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembangunan daerah yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dengan demikian, potensi daerah tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi dapat dikembangkan melalui kajian akademik dan inovasi yang berbasis pada kondisi serta kebutuhan masyarakat Banggai Kepulauan. ***

Dilarang keras Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi.
Berita Terkait

Silakan login terlebih dahulu untuk berkomentar.

Login dengan Google
Copyright © 2026 Katabanggai.com