Rabu, 30 September 2026
Menu

Di Atas Matras, Arsaka Menemukan Jalan Menjadi Juara

Redaksi | 22 Agustus 2026 | 04:05 WITA
Bagikan:
Bagikan:
Di Atas Matras, Arsaka Menemukan Jalan Menjadi Juara
Arsaka Sibay, siswa kelas V SD Inpres 3 Nambo, meraih emas di BOTACH 2026. Di atas matras, ia belajar bahwa keberanian adalah langkah pertama menuju juara. Jumat (21/8/2026) [Dok. Ist]

KATABANGGAI.COM— Medali emas tidak datang hanya dari satu pertandingan. Di belakangnya ada latihan yang berulang, keberanian untuk naik ke matras, dan kesediaan seorang anak untuk kalah, bangkit, lalu mencoba lagi.

Itulah cerita Arsaka Sibay, siswa kelas V SD Inpres 3 Nambo sekaligus atlet Banggai Taekwondo Club (BTC), yang tampil di Banggai Open Taekwondo Championship (BOTACH) 2026 di GOR Kilongan, Kabupaten Banggai.

Kejuaraan itu diikuti 520 atlet dari empat provinsi. Di tengah persaingan ratusan atlet muda tersebut, Arsaka berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan atlet dari Alfaqqih Taekwondo Academy, Kabupaten Tolitoli.

Bagi Arsaka, emas itu bukan sekadar tambahan koleksi medali. Prestasi tersebut memperpanjang rekam jejaknya di arena taekwondo. Di bawah arahan Coach Djaya Pratama, Arsaka kini telah mengoleksi tiga medali emas dan satu medali perak dari empat event berbeda.

 

Angka-angka itu menunjukkan satu hal: konsistensi.

Tetapi perjalanan seorang atlet usia sekolah dasar tidak berhenti pada hasil pertandingan. Taekwondo juga mengajarkan Arsaka tentang disiplin, keberanian, pengendalian diri, dan mental menghadapi lawan. Nilai-nilai itulah yang perlahan dibawa dari atas matras ke kehidupan sehari-hari.

Di belakang perjuangan itu berdiri keluarga. Arsaka adalah putra Tri Sibay dan Mona Majupu, yang terus memberikan dukungan terhadap perjalanan putranya menekuni taekwondo.

Dari Nambo, perjalanan Arsaka memang masih panjang. Ia baru kelas V SD. Namun, setiap pertandingan memberinya pengalaman baru, sementara setiap kemenangan menambah keyakinan bahwa prestasi besar selalu dimulai dari keberanian mengambil langkah pertama.

BOTACH 2026 boleh saja menjadi satu pertandingan dalam kalender kejuaraan. Bagi Arsaka, ia bisa menjadi satu lagi batu pijakan.

Sebab seorang juara tidak dibentuk ketika medali dikalungkan. Ia dibentuk jauh sebelumnya—ketika latihan terasa berat, ketika rasa takut muncul, dan ketika ia memilih tetap berdiri di atas matras.

Dari Nambo, Arsaka sedang belajar bahwa sebelum mengalahkan lawan, seorang atlet harus lebih dulu menaklukkan rasa takut dalam dirinya sendiri. ***

Dilarang keras Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi.
Berita Terkait

Silakan login terlebih dahulu untuk berkomentar.

Login dengan Google
Copyright © 2026 Katabanggai.com