Tahun Ini Unismuh Luwuk Siapkan PPG, Bidik Kebutuhan Guru di Banggai
KATABANGGAI.COM– Perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat berlangsungnya aktivitas akademik. Lebih dari itu, kampus dituntut mampu membaca kebutuhan masyarakat dan menghadirkan solusi melalui pendidikan.
Semangat itulah yang tengah didorong Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk di bawah kepemimpinan Rektor dua periode ini Dr. Sutrisno K. Djawa, SE., MM.
Tahun ini, Unismuh Luwuk menyiapkan langkah untuk membuka Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Rektor Unismuh Luwuk saat ditemui pewarta di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
“Iya, Unismuh Luwuk bakal buka PPG,” kata Sutrisno.
Menurutnya, dokumen pengajuan program tersebut saat ini sedang dipersiapkan. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, dokumen akan diajukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Bagi Sutrisno, kehadiran PPG di Unismuh Luwuk bukan sekadar menambah program pendidikan baru. Ada kebutuhan masyarakat yang ingin dijawab melalui keberadaan program tersebut.
Ia melihat, masyarakat di Kabupaten Banggai dan daerah sekitarnya membutuhkan akses pendidikan yang semakin dekat dan sesuai dengan kebutuhan.
Dengan adanya program yang tersedia di daerah, masyarakat tidak harus selalu keluar daerah untuk mendapatkan pendidikan lanjutan.
“Ini kesempatan bagi peserta nantinya. Dan peningkatan itu juga nantinya akan dirasakan perguruan tinggi,” ujarnya.
Kampus Harus Hadir Menjawab Kebutuhan
Sutrisno menilai, pengembangan program pendidikan pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan mutu perguruan tinggi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Meningkatkan mutu kelembagaan hingga menjawab kebutuhan masyarakat. Kita ujungnya itu kepentingan untuk masyarakat,” katanya.
Menurut dia, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam melihat persoalan yang ada di tengah masyarakat. Kampus tidak boleh berjalan sendiri tanpa membaca perubahan dan kebutuhan lingkungan sekitarnya.
Ia kemudian menyinggung amanat Pasal 33 UUD 1945 mengenai pengelolaan kekayaan negara yang pada prinsipnya ditujukan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Bagi Sutrisno, semangat tersebut juga dapat menjadi refleksi bagi institusi pendidikan. Keberadaan perguruan tinggi harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Sebagai institusi pendidikan, tentunya prioritasnya bagaimana menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, pembukaan PPG di Unismuh Luwuk menjadi salah satu upaya menghadirkan akses pendidikan yang lebih dekat bagi masyarakat Banggai.
“Artinya, dibandingkan masyarakat memilih di luar, mereka bisa dapatkan di daerah. Pembukaan sejumlah prodi ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Membaca Kekosongan, Melahirkan Solusi
Rektor juga menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam pengembangan perguruan tinggi.
Menurutnya, kampus harus mampu melihat persoalan yang ada, kemudian mengolahnya menjadi gagasan dan solusi.
“Kita harus tetap berkolaborasi dan berinovasi, sehingga bisa menjawab solusi,” katanya.
Dari proses tersebut, kata dia, perguruan tinggi dapat menemukan kebutuhan masyarakat yang belum terjawab.
Artinya, program pendidikan tidak semestinya dibuka hanya karena ingin menambah pilihan akademik.
Ada kebutuhan yang harus dipetakan, ada kekosongan yang harus diisi, dan ada masyarakat yang harus dilayani. ***

Silakan login terlebih dahulu untuk berkomentar.
Login dengan Google