Unismuh Menyapa, Panitia KKN-MB Evaluasi 33 Posko Mahasiswa di Banggai Kepulauan
KATABANGGAI.COM — Ketua Panitia Kuliah Kerja Nyata Mobilisasi Berkemajuan (KKN-MB) Angkatan XL Tahun 2026, Abu Bakar, S.Pd., M.Pd., bersama tim melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap 33 posko mahasiswa di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.
Monev tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi mahasiswa selama menjalankan pengabdian sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program kerja di masing-masing desa.
Sebanyak 33 posko mahasiswa tersebar di tiga kecamatan. Rinciannya, 16 desa di Kecamatan Liang, 11 desa di Kecamatan Peling Tengah, dan enam desa di Kecamatan Tinangkung Utara.
Dalam kunjungan tersebut, Abu Bakar didampingi Adhar Oli’i, S.IP., M.AP., Satriani Haluti, S.Ak., M.Ak., Jikran Toya, S.T., M.T., Rifai Dahlan, S.Pd.I., dan Mujamin, S.I.Kom.
Menurut Abu Bakar, monev tidak hanya dilakukan untuk melihat perkembangan program kerja, tetapi juga mengetahui kondisi mahasiswa dan kendala yang dihadapi selama berada di lokasi KKN.
“Kami ingin memastikan mahasiswa dalam kondisi baik, program kerja berjalan, dan kehadiran mereka benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Karena KKN bukan sekadar datang ke desa dan menyelesaikan program, tetapi bagaimana mahasiswa mampu memberikan kontribusi dan meninggalkan sesuatu yang positif,” kata Abu Bakar.
Selain mengevaluasi program, tim panitia berdialog langsung dengan mahasiswa serta melihat pelaksanaan kegiatan yang telah dirancang bersama pemerintah desa dan masyarakat.
Abu Bakar menekankan agar program kerja mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, setiap kegiatan harus memiliki manfaat yang dapat dirasakan masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga etika, membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat, serta menyesuaikan diri dengan karakteristik wilayah tempat mereka menjalankan KKN.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat “Unismuh Menyapa”, yang mendorong mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan pengabdian, interaksi sosial, dan program yang relevan dengan kebutuhan warga.
“Harapan kami, melalui KKN-MB ini mahasiswa tidak hanya membawa nama kampus, tetapi juga membawa semangat untuk menyapa dan memberi manfaat. Ketika mereka kembali dari lokasi KKN, ada jejak positif yang ditinggalkan melalui program kerja, interaksi sosial, maupun perubahan kecil yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Panitia KKN-MB menyatakan akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi selama kegiatan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan agar program kerja mahasiswa dapat berjalan sesuai rencana hingga berakhirnya masa pengabdian.
Dengan ditempatkannya mahasiswa di 33 desa, KKN-MB Angkatan XL Tahun 2026 diharapkan menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus wadah pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Banggai Kepulauan. ***

Silakan login terlebih dahulu untuk berkomentar.
Login dengan Google