Dekom PHE Turun ke Lapangan, Pastikan Donggi Matindok dan JOB Tomori Tetap Andal
KATABANGGAI.COM – Dewan Komisaris (Dekom) PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan Management Walkthrough (MWT) ke wilayah operasi Pertamina EP Zona 13 yang meliputi Donggi Matindok Field (DMF) dan Joint Operating Body (JOB) Tomori.
Kunjungan ini bertujuan memastikan operasional hulu migas berjalan aman, andal, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap implementasi aspek keselamatan kerja dan integritas aset.
Kegiatan tersebut dihadiri Komisaris PHE Wahyu Setyawan, Nanang Untung, dan Stella Christie, didampingi Direktur Pengembangan dan Produksi Rachmat Hidajat, General Manager Pertamina EP Zona 13 Andry, serta Field Manager Donggi Matindok Field Moh. Sidik Asngari.
Dalam kunjungan tersebut, Dekom PHE mengevaluasi kinerja Health, Safety, Security and Environment (HSSE), keandalan (asset integrity), serta keberlanjutan pasokan gas dari Donggi Matindok Field dan JOB Tomori yang menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.
Komisaris PHE Wahyu Setyawan menegaskan bahwa keselamatan pekerja dan keandalan aset merupakan fondasi utama keberlanjutan bisnis perusahaan. Karena itu, Dekom mendorong penguatan budaya HSSE di seluruh lini operasi, termasuk peningkatan visualisasi prosedur kerja dan pemanfaatan teknologi pengawasan berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui CCTV.
“Keselamatan pekerja dan keandalan aset adalah fondasi utama keberlanjutan bisnis kami. Kunjungan ini merupakan bentuk komitmen nyata Dekom untuk memastikan standar HSSE dan asset integrity terus diperkuat di seluruh lini operasional Zona 13,” ujar Wahyu.
Komisaris PHE Stella Christie menambahkan bahwa Zona 13 memiliki peran strategis dalam menjaga keandalan pasokan gas nasional. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong percepatan digitalisasi berbasis AI serta optimalisasi aset agar operasional semakin aman, efisien, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Komisaris PHE Nanang Untung menilai capaian operasional Zona 13 selama ini perlu dipertahankan sekaligus ditingkatkan melalui efisiensi operasi dan percepatan pencarian cadangan migas baru. Menurutnya, Donggi Matindok Field dan Senoro Field harus terus dijaga sebagai tulang punggung pasokan gas nasional melalui pengelolaan fasilitas yang andal dan integritas aset yang optimal.
General Manager Pertamina EP Zona 13, Andry, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti berbagai arahan Dekom PHE dengan terus memperkuat budaya keselamatan kerja, menjaga keandalan aset, serta meningkatkan inovasi untuk mendukung keberlanjutan pasokan energi nasional.
Selain meninjau aspek operasional, Dekom PHE juga melihat peluang pengembangan produk samping (side product) sebagai bagian dari strategi keberlanjutan bisnis. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah pemanfaatan Sulfur Cake menjadi pupuk organik Bioferdom di Donggi Matindok Field.
Field Manager Donggi Matindok Field, Moh. Sidik Asngari, menjelaskan bahwa Bioferdom (Bio-sulfur for Agriculture in Donggi Matindok) merupakan pupuk organik berbasis sulfur yang dihasilkan dari produk samping proses pemurnian gas dan diolah bersama pupuk kandang.
Menurut Sidik, pupuk tersebut telah dimanfaatkan oleh kelompok tani di Desa Kayowa melalui program Sekolah Lapang yang memberikan pelatihan praktik budidaya, penggunaan pupuk yang tepat, serta penerapan pertanian berkelanjutan. Hasilnya, produktivitas pertanian meningkat hingga 57 persen sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
“Inovasi ini bukan hanya memberikan nilai tambah dari produk samping operasi migas, tetapi juga menjadi kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sesuai Asta Cita Presiden,” kata Sidik.
Melalui Management Walkthrough ini, Dekom PHE menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat standar keselamatan kerja, menjaga keandalan aset, mendorong inovasi, serta memastikan keberlanjutan operasional Donggi Matindok Field dan JOB Tomori sebagai bagian penting dalam mendukung ketahanan energi nasional. (*/red)

Silakan login terlebih dahulu untuk berkomentar.
Login dengan Google