Musda VI WIA Banggai Pilih Pengurus Periode 2026–2031
KATABANGGAI.COM – Pengurus Daerah Wanita Islam Alkhairaat (WIA) Kabupaten Banggai menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI Tahun 2026 di Ruang Serba Guna Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai, Jumat (31/7/2026).
Forum ini menjadi agenda evaluasi organisasi sekaligus pemilihan pengurus periode 2026–2031.
Musda mengusung tema “Dengan Akhlak Kita Tingkatkan Solidaritas dan Integritas Bersama Wanita Islam Alkhairaat” sebagai komitmen memperkuat kebersamaan dan integritas organisasi.
Mewakili Bupati Banggai, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Banggai, Mujiono Lasiata, SH, MH, mengapresiasi peran Wanita Islam Alkhairaat sebagai mitra pemerintah dalam bidang dakwah, pendidikan, pembinaan keluarga, kegiatan sosial, dan pemberdayaan perempuan.
Menurutnya, perempuan, khususnya seorang ibu, memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang cerdas, beriman, berkarakter, dan peduli terhadap sesama.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Banggai terus membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan, termasuk Wanita Islam Alkhairaat, untuk mendukung pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Mujiono berharap Musda menghasilkan gagasan yang aplikatif serta melahirkan kepengurusan baru yang amanah, mampu memperkuat organisasi, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia Musda, Oktapyani Ladjiji, S.Pd., mengatakan forum tersebut membahas laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, menyusun program kerja lima tahun ke depan, serta memilih Ketua dan kepengurusan Pengurus Daerah WIA Kabupaten Banggai periode 2026–2031.
Musda diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas pengurus Wanita Islam Alkhairaat Provinsi Sulawesi Tengah, Pengurus Daerah Kabupaten Banggai, serta utusan pengurus cabang dari 10 kecamatan.
Melalui Musda ini, Wanita Islam Alkhairaat Kabupaten Banggai diharapkan semakin memperkuat perannya dalam pemberdayaan perempuan, pembinaan keluarga, pendidikan keagamaan, peningkatan literasi, pemberdayaan ekonomi umat, dan kegiatan sosial di tengah masyarakat. ***

Silakan login terlebih dahulu untuk berkomentar.
Login dengan Google