Menu

DLH Banggai Tekankan Edukasi Publik Jadi Kunci Pelestarian Burung Maleo

Redaksi | 28 Juli 2026 | 04:35 WITA
Bagikan:
Bagikan:
DLH Banggai Tekankan Edukasi Publik Jadi Kunci Pelestarian Burung Maleo

KATABANGGAI.COM– Pelestarian Burung Maleo tidak hanya bergantung pada upaya perlindungan kawasan, tetapi juga membutuhkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga satwa endemik Sulawesi tersebut.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banggai menilai edukasi dan keterlibatan berbagai elemen menjadi langkah penting untuk memastikan keberlangsungan konservasi Burung Maleo di masa depan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Banggai, Fahrundin Lasadam, menyampaikan, DLH Banggai mengapresiasi kolaborasi yang melibatkan PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah, Universitas Muhammadiyah Luwuk, dan Universitas Tompotika dalam mengedukasi masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, mengenai pentingnya konservasi Burung Maleo.

Menurut Fahrundin, Burung Maleo (Macrocephalon maleo) merupakan salah satu kekayaan hayati Sulawesi yang memiliki nilai ekologis tinggi. Namun, keberadaan satwa tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan habitat, gangguan kawasan peneluran, hingga aktivitas manusia yang dapat mengancam populasinya.

“Upaya konservasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, maupun masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kepedulian lingkungan melalui penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, serta penguatan edukasi kepada masyarakat.

Mahasiswa, kata dia, dapat menjadi penggerak perubahan dengan menyampaikan pesan konservasi dan mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keberadaan Burung Maleo beserta habitatnya.

Sebagai institusi yang memiliki tugas dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup, DLH Banggai berkomitmen untuk terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak dalam memperkuat program pelestarian sumber daya alam di daerah.

Fahrundin berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga Burung Maleo sehingga upaya konservasi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Semakin banyak pihak yang peduli dan terlibat, semakin besar peluang kita menjaga keberadaan Burung Maleo untuk generasi sekarang dan yang akan datang,” katanya. ***

Dilarang keras Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi.
Berita Terkait

Silakan login terlebih dahulu untuk berkomentar.

Login dengan Google
Copyright © 2026 Katabanggai.com