Menu

Unismuh Luwuk Dorong Peran Mahasiswa dalam Menjaga Kelestarian Burung Maleo

Redaksi | 28 Juli 2026 | 04:30 WITA
Bagikan:
Bagikan:
Unismuh Luwuk Dorong Peran Mahasiswa dalam Menjaga Kelestarian Burung Maleo
Wakil Rektor I, Dr. Agung K Djibran, Senin (28/7/2026) [Foto : Katabanggai]

KATABANGGAI.COM – Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB) mendorong keterlibatan generasi muda dalam upaya pelestarian Burung Maleo sebagai satwa endemik Sulawesi yang memiliki nilai penting bagi keanekaragaman hayati Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor I UMLB, Dr. Agung K. Djibran, saat memberikan sambutan pada kegiatan sosialisasi dan kampanye konservasi Burung Maleo bertajuk “Burung Maleo sebagai Warisan Sulawesi untuk Indonesia dan Dunia” yang digelar di Kampus UMLB, Selasa (28/7).

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah dengan melibatkan Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai dan Universitas Tompotika.

Mewakili Rektor UMLB, Agung menyampaikan apresiasi atas kepercayaan DSLNG dan BKSDA Sulawesi Tengah yang menjadikan lingkungan kampus sebagai ruang edukasi konservasi bagi mahasiswa.

Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dalam isu lingkungan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap keberlanjutan ekosistem.

“Universitas Muhammadiyah Luwuk mengucapkan terima kasih kepada DSLNG dan BKSDA Sulawesi Tengah atas kolaborasi yang melibatkan perguruan tinggi dalam upaya pelestarian lingkungan, khususnya konservasi Burung Maleo sebagai warisan Sulawesi untuk Indonesia dan dunia,” ujar Agung.

Ia menilai sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan merupakan langkah strategis dalam menjaga keberadaan Burung Maleo yang saat ini menghadapi berbagai ancaman terhadap kelangsungan hidupnya.

Dalam kegiatan tersebut, dosen sekaligus peneliti konservasi Burung Maleo, Wahyudin Abd. Karim, turut memberikan pemaparan terkait hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai upaya konservasi Maleo, termasuk kajian di kawasan operasional DSLNG.

Sementara itu, Relations & Communications Senior Manager DSLNG, Aji Wihardandi, menekankan pentingnya regenerasi dalam gerakan konservasi. Menurutnya, keberlanjutan perlindungan Burung Maleo membutuhkan keterlibatan generasi muda, terutama mahasiswa, melalui kegiatan akademik maupun aksi nyata.

“Ke depan, teman-teman di perguruan tinggi inilah yang akan melanjutkan tongkat estafet konservasi Burung Maleo. Karena itu, kesadaran generasi muda menjadi sangat penting,” kata Aji.

Ia menjelaskan, Burung Maleo merupakan satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sulawesi. Berdasarkan daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), spesies tersebut masuk kategori terancam punah dengan estimasi populasi di alam sekitar 4.000 hingga 8.000 ekor.

Aji berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat mendorong semakin banyak penelitian dari kalangan akademisi sehingga menghasilkan inovasi dan rekomendasi ilmiah yang mendukung program konservasi.

Kegiatan yang dibuka oleh perwakilan BKSDA Sulawesi Tengah tersebut dihadiri pimpinan universitas, dosen, kepala biro, kepala lembaga, unit pelaksana teknis, jajaran DSLNG, BKSDA Sulawesi Tengah, mahasiswa UMLB, Universitas Tompotika, serta mahasiswa KKN Muhammadiyah Berkemajuan Angkatan XL Tahun 2026.Versi ini menempatkan Agung K. Djibran sebagai sumber utama (lead statement), sedangkan DSLNG dan BKSDA menjadi penguat berita. ***

Dilarang keras Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi.
Berita Terkait

Silakan login terlebih dahulu untuk berkomentar.

Login dengan Google
Copyright © 2026 Katabanggai.com