Unismuh Luwuk Ubah Paradigma KKN, Fokus pada Pemberdayaan Desa
KATABANGGAI.COM – Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa, mendorong pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata-Mobilisasi Berkemajuan (KKN-MB) tidak lagi dipandang sebagai agenda akademik semata, melainkan menjadi motor pemberdayaan masyarakat desa yang berkelanjutan.
Pesan itu disampaikan Sutrisno saat melepas 430 mahasiswa peserta KKN-MB Angkatan XL Unismuh Luwuk, Minggu (19/7/2026).
Menurut Sutrisno, perubahan paradigma tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi yang menekankan pentingnya kehadiran perguruan tinggi dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Karena itu kami mengembangkan konsep Unismuh Menyapa sebagai model pengabdian yang terintegrasi. Mahasiswa tidak hanya hadir menjalankan program, tetapi juga menyatu dengan lingkungan, masyarakat, dan potensi ekonomi desa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep Unismuh Menyapa dirancang agar program pengabdian tidak berhenti setelah masa KKN berakhir. Program yang dijalankan mahasiswa diharapkan mampu membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.
Sutrisno menilai keberhasilan KKN bergantung pada kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix, yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
Karena itu, ia meminta dosen pembimbing lapangan (DPL) dan mahasiswa membangun komunikasi dengan pemerintah desa, pelaku usaha, serta masyarakat agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
“Kita sedang menghadapi tantangan efisiensi anggaran. Karena itu perguruan tinggi harus mampu membangun kolaborasi untuk membantu pemerintah menyelesaikan persoalan di daerah,” katanya.
Sutrisno juga menginstruksikan mahasiswa memulai pengabdian dengan memetakan profil desa, potensi lokal, serta persoalan yang dihadapi masyarakat. Data tersebut, kata dia, menjadi dasar penyusunan program kerja sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai bahan penelitian.
Ia menilai penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu isu strategis yang perlu mendapat perhatian mahasiswa selama menjalankan KKN. Program pemberdayaan ekonomi dinilai dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, KKN juga disebut menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, dan menyelesaikan persoalan bersama masyarakat.
“Manfaatkan KKN sebagai ruang belajar untuk mengasah kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, dan membangun jaringan. Pengalaman itu akan menjadi bekal menghadapi bonus demografi di masa depan,” ujarnya.
Sutrisno turut mengingatkan mahasiswa menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi pengabdian dengan mengamalkan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya literasi digital sebagai bagian dari pengabdian mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa harus mampu mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
“Teknologi harus menjadi sarana untuk mencerdaskan masyarakat, bukan sebaliknya. Mahasiswa harus hadir membawa nilai-nilai kebaikan dan menjadi contoh dalam pemanfaatan teknologi yang beretika,” kata Sutrisno.
KKN-MB Angkatan XL Unismuh Luwuk tahun ini diikuti 430 mahasiswa yang akan diterjunkan ke sejumlah desa sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. ***

Silakan login terlebih dahulu untuk berkomentar.
Login dengan Google